Pagi ini gadis itu kembali kepada aktifitasnya, namun tidak seperti biasanya karena kali ini dia
telat bangun tidur sebab alarmnya tidak berbunyi. Diapun panik dan segera
bergegas mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Seperti biasanya ia selalu
membawa kue-kue buatan ibunya untuk dijual dikantin sekolah. Setelah semuanya
siap diapun langsung berpamitan dengan ibunya. Namun nampak aneh pagi ini
karena ibunya berpakaian rapih dengan tas –tas disampingnya.
“ ibu mau kemana?” Tanya gadis itu
“ibu mau ke kampung untuk beberapa waktu. Kamu jaga rumah
ya.” Jawab ibunya.
“kenapa mendadak? Kok ibu tidak bilang dulu?” Tanya gadis
itu lagi
:ada yang harus ibu urus disana. Tidak apa – apakan? Kamu
jangan nakal ya.” Jawab ibu sambil memegang pundak gadis itu.
“iya bu. Hati-hati ya bu.” Kata gadis itu sambil memeluk
ibunya.
Kemudian gadis itu segera pergi ke sekolah dengan mengayuh
sepedanya dengan cepat. Saat diperjalanan, ia bertermu dengan seorang laki-laki
yang sangat misterius dan membuatnya penasaran. Diapun mengikuti jejak
laki-laki itu. Tetapi saat ditengah-tengah perjalanannya, lelaki itu malah
menghilang dan gadis itu kehilangan arah. Lalu dia mengayuh sepedanya lagi
dengan kecepatan penuh menuju sekolahnya sampai-sampai dia hamper menabrak
nenek-nenek yang hendak menyebrang jalan.
Setibanya disekolah diapun dihadang oleh satpam penjaga
gerbang sekolah. Diapun tetap berusaha untuk bisa masuk wilayah sekolah.
Setelah lama bernegosiasi akhirnya dia diperbolehkan masuk ke dalam sekolah. Namun
tidak semulus kelihatannya karena saat dia memasuki lingkungan sekolah dia
harus berhadapan dengan bu jarun, seorang guru bimbingan konseling yang
terkenal galak dan suka menghukum muridnya.
“sudah jam berapa ini?” Tanya bu jarun
“jam 07.05 bu.” Jawabnya gugup. Karena sudah terbayang
dipikirannya hukuman apa yang akan ia dapatkan.
Bu jarun hanya diam dan memperhatikan gadis itu. Tak lama
kemudian bu jarun pergi meninggalkan gadis itu. Baru satu langkah bu jarun
pergi, gadis itu langsung mengejar dan memohon kepada bu jarun.
“bu ijinkan saya masuk bu. Janji bu gak akan mengulangi
kesalahan hari ini.” Kata gadis itu sambil menggenggam erat tangan bu jarun
yang amat membuat risih bu jarun. Namun bu jarun tetap diam dan tidak merespon
gadis itu, bahkan sama sekali tidak ada sinyal bertanda gadis itu boleh masuk.
Gadis itu tetap berusaha dan memohon kepada bu jarun agar dia diijinkan masuk
kekelasnya. Setelah lama memohon, akhirnya gadis itu dipersilahkan masuk oleh
bu jarun tapi setelah jam istirahat.
Gadis itu terlihat sangat berantakkan hari itu. Tiga jam
sudah berlalu dan akhirnya bellpun berbunyi. Gadis itupun segera pergi
kekelasnya. Sesampainya dikelas dia mendapat ejekkan dari teman-temannya.
Bahkan sahabat-sahabatnyapun semuanya menjauh.entah apa yang telah ia perbuat.
Hari itu membuatnya terasa sangat aneh. Diapun sangat merasa kesepian, seperti
ini semua mimpi buruk baginya. Semua yang disayangpun menghilang diwaktu yang
bersamaan seperti sudah direncanakan. Namun dia tetap positif thinking, dia percaya
ada kesalah pahaman dibalik ini semua.
Bell tanda masukpun berbunyi. Gadis itu mulai melanjutkan
pelajarannya. Saat pelajaran sedang berlangsung, tiba-tiba datanglah seorang
anak baru. Gadis itu awalnya tidak memperhatikan anak baru itu karena dia sedang
asik mengerjakan tugas yang diberikan gurunya, kebetulan itu adalah pelajaran
kesukaannya. Tapi saat anak baru itu memperkenalkan namanya, gadis itu tak
sengaja melihat wajah anak baru itu yang menurutnya sangat tidak asing. Tatapan
gadis itupun seketika hanya tertuju pada anak baru itu. Rupanya setelah dia
mengingat-ingat kembali anak baru itu adalah lelaki misterius yang dia temui
dijalan tadi. Gadis itu merasa semua mimpi buruknya hari ini sudah berlaku
dengan kehadiran laki-laki itu. Tak disangkanya lagi, laki-laki itu duduk
sebangku dengannya. Semua murid dikelas tersebut merasa iri dan teman sebangku
gadis itupun menjadi amat menyesal sudah meninggalkan gadis itu duduk
sendirian.
“hai chiko.” Anak baru itu berkata sambil menjulurkan
tangannya
“hai marsha.” Jawab gadis itu sambil menjabat tangan chiko.
Bell tanda sekolah berakhirpun berbunyi. Seluruh siswapun
bersiap untuk pulang termasuk gadis itu. Diapun langsung bergegas mengambil
sepedanya diparkiran dan segera mengayuhnya sampai ke rumah. Namun saat
diperjalanan gadis itu bertemu chiko yang sedang berjalan sendiri melewati
lorong dimana lorong itu adalah tempat pertama kali gadis itu melihat chiko
sebelum berkenalan. Karena semakin penasaran, gadis itupun mencoba mengikuti
chiko memasuki lorong tersebut. Tetapi saat gadis itu berada ditengah-tengah
lorong yang semakin gelap itu, lagi-lagi dia kehilangan jejak chiko. Gadis
itupun panik karena itu adalah kali pertamanya melewati lorong tersebut. Dia
mencoba kembali ke jalan awal, namun
tidak terlihat jalan keluar ia temukan. Sungguh aneh dan sangat
membuatnya semakin ketakutan.
“aaaaaaaa.. dimana ini? Kenapa kembali kesini-sini lagi?
Tolong…….. tolongggg….” Teriak gadis itu mencari bantuan, namun tidak ada
seorang pun yang mendengarnya.
Setelah kurang lebih dua jam dia berputar-putar mencari
jalan keliar, diapun menemukan sebuah pintu yang menurutnya adalah jalan keluar
dari semua kebingungan ini. Awalnya dia ragu untuk membuka pintu tersebut,
namun karena dia sudah merasa sangat takut dan sudah tidak bisa berpikir lagi
akhirnya dia memutuskan untuk memberanikan dirinya untuk membuka pintu
tersebut. Memang pintu tersebut terlihat sangat tidak layak dengan kayu yang
sudah sangat rapuh dan besinya yang berkarat. Gadis itupun berusaha membuka
pintu tersebut. Ny atanya pintu itu terkunci. Dia terus mencoba mendobrak pintu
tersebut, namun sia-sia tidak ada efeknya sama sekali. Lalu dia puny ide untuk
menabrak pintu itu dengan sepedanya. Tapi bukannya pintu itu hancur, melainkan
dia malah menembus pintu itu dengan sepedanya. Sungguh sangat aneh dan sangat
membuatnya semakin ketakutan dengan semua ini, karena suasananya yang sangat
sepi dan penuh kegelapan. Setelah berhasil menerobos pintu itu, rupanya pintu
itu mengatarkannya ke sebuah tempat yang misterius tetapi seperti pernah dia
lihat. Rupanya tempat itu adalah tempat yang ada di buku gambarnya dulu. Dia
baru ingat dia pernah menggambar tempat ini dan berimajinasi dengan gambarnya
tersebut. Tempat itu terlihat sangat istimewa dan indah sesuai bayangannya dahulu
kala. Tetapi yang membuatnya semakin aneh dengan semuanya yang dialaminya
yaitu, dia bisa mengabulkan semua permintaannya hanya dengan membayangkan
sesuatu yang diinginkannya, dan itu langsung akan menjadi nyata. Entah tempat
apakah itu, gadis itu masih tidak mengerti. Gadis itupun lalu pergi berkeliling
tempat itu dengan sepedanya. Namun ditengah perjalanan gadis itu bertemu dengan
seekor kelinci yang sangat lucu. Lalu karena tidak tega meninggalkan kelinci
itu sendirian, diapun mengambil kelinci tersebut dan meletakkannya dikeranjang
sepedanya. Setelah itu gadis itu melanjutkan perjalanannya sambil memperhatikan
kelinci mungil itu denganhati gembira. Diperjalanannya yang menyenangkan, gadis
itu mendengar seseorang memanggil namanya.
“marsha… marsha…” suara seseorang memanggil.
“apa? Siapa yang memanggilku?” dia menjawab panggilan
tersebut sambil menoleh dan memperhatikan sekitarnya mencari suara tersebut
berasal. Tetapi dia tidak bisa menemukan asal suara tersebut. Diapun semakin
dibuat penasaran dengan suara tersebut. Namun dia mencoba menghiraukan dan
melanjutkan lagi perjalanannya. Dia tetap berjalan menikmati keindahan tempat
itu dengan mengayuh sepedanya. Kemudian terdengar lagi suara seseorang
memanggil namanya. Kali ini dia menghentikan sepedanya dan berjalan mencari
sumber suara tersebut. Dia meninggalkan sepeda dan kelincinya dikeranjang
sepedanya. Gadis itupun berkeliling sekitar mencari sumber suara tersebut.
Setelah berusaha mencari, gadis itu tidak berhasil menemukan orang tersebut.
Diapun memutuskan untuk kembali ke sepedanya. Saat dia kembali ke sepedanya,
dia melihat kelincinya terjatuh dari keranjang sepedanya. Gadis itupun merasa
sangat bingung dan heran, bagaimana bisa seekor kelinci mungil melompat
setinggi itu? Tak lama kemudian, terdengar lagi suara yang memanggil gadis itu.
“marshaa.. marsha.. follow me.” Kelinci itu berbicara
“haaa? Jadi yang dari tadi memanggil itu kamu? “ kata marsha
terkecut hamper melempar kelinci tersebut.
“iya memang aku yang memanggilmu daritadi, aku takut membuatmu
ketakutan. Ayo marsha ikut aku, aku sangat membutuhkan bantuanmu.” Seru kelinci
itu sambil meloncat-loncat menujut tempat yang dia maksud
“heiii, ikut kemana?bantuan?hei tunggu…” kata marsha
berteriak
Gadis itupun mulai berjalan mengikuti arah kelinci tersebut.
Kelinci tersebut membawa marsha ke sebuah tempat dimana terdapat air terjun
dengan air yang sangat segar dan hangat.
“mengapa kau membawaku kesini? Maksudmu kau butuh bantuan,
bantuan untuk apa?”Tanya marsha
“aku butuh bantuanmu untuk mengubahku kembali menjadi
wujudku yang sebenarnya.” Kata kelinci itu menjelaskan
“maksudmu?memangnya kamu itu makhluk apa? Bagaimana bisa aku
merubahmu memang aku punya kekuatan sihir yang bisa merubah sesuatu? Sebenarnya
aku dimana sih?” kata marsha
“sebenarnya aku bukan seekora kelinci. Aku bisa berubah-ubah
setiap jamnya dan perubahanku terlihat seperti sudah dijadwalkan. Aku bisa
berubah menjadi kucing,anjing, ikan, dan hewak peliharaan lainnya. Aku berubah
menajdi wujud-wujud tersebut setiap harinya setelah jam 13.00. tapi kamu jangan
takut karena aku tidak akan menyakitimu dan aku bukan semacam siluman atau
semacamnya. Sekarang ini kamu berada dilorong istimewa. Tidak semua orang bisa
masuk kesini. Hanya orang-orang tertentulah dan beruntung, dan kamu termasuk
orang yang beruntung itulah.” Jelas kelinci tersebut yang tidak lama berubah
menjadi seekor kucing. Gadis itupun sangat terkejut dan ketakutan melihat
perubahan kelinci tersebut menjadi seekor kucing, karena sangat aneh baginya.
Dengan cepat gadis itupun berusaha melarikan diri. Namun hewan itu berusaha
mempercayai gadis itu lagi.
“marsha jangan lari. Akukan sudah bilang kamu jangan takut.
Aku tak akan menyakitimu. Aku membutuhkanmu sekarang. Hanya kamu yang bisa
mengubahku. Ikuti perintahku ya. Sekarang kamu hanya perlu memandikan aku diair
terjun ini. Setelah itu cabut buluku satu helai dan cabut rambutmu satu helai,
lalu ambillah tanah dibawah pohon rambutan itu segennggaman tanganmu. Campurkan
helaian rambut kita dengan tanah tersebut. Setelah itu celupkan genggaman
tanganmu yang tadi didalam air terjun ini. Terakhir usaplah wajahku dengan
adonan tersebut.” Perintah kucing.
Gadis itupun menghentikan langkahnya dan sangat antusias
memperhatikan perintah kucing tersebut dan segera melakukan perintah kucing
itu. Setelah semua perintahnya sudah dia lakukan, kucing tersebutpun seketika
berubah menjadi chiko. Gadis itupun sangat terkejut dan tidak percaya dengan
apa yang benar-benar terjadi didepan matanya.
“ha?jadiiii kamu… kamu chikokan?” heran gadis itu bertanya
“iya marsha, ini aku.. aku sedang terkutuk oleh nenek-nenek
yang aku jahili kemarin. By the way terima kasih atas bantuanmu.” Kata chiko
“iya tidak masalah, tapi kalo aku boleh tahu nenek – nenek
yang kamu maksudny yang mana?” Tanya gadis itu
“jadi saat aku sedang pergi bersama teman-temanku, disana
ada nenek – nenek yang sedang ingin menyebrang jalan membawa banyak barang
belanjaan, akupun dengan sengaja menabrak nenek-nenek itu hingga semua barang
belanjaannya jatuh berantakkan. Saat itu nenek itupun merasa sangat kesal dan
mengutukku dengan perkataannya. Awalnya aku tidak peduli dan tidak percaya
dengan perkataan nenek tersebut. Tapi kenyataannya perkataan nenek tersebut
benar. Jadilah aku seperti tadi yang selalu berubah menjadi hewan peliharaan
setiap jamnya setelah jam 13.00.” jelas chiko.
“lalu ini tempat apa? Apakah aku bisa pulang sekarang?”
Tanya gadis itu lagi.
“ini adalah lorong istimewa yang……………..”kata chiko tidak
jelas
Rupanya gadis itu sudah kembali ke dunia nyatanya. Ternyata
gadis itu tidak sadar selama berjam-jam. Dia sekarang sudah berada dikamarnya
entah bagaimana bisa. Semuanya begitu sangat aneh. Dia sedang berpikir apakah
semua yang dilaluinya itu mimpi atau nyata, karena semuanya terasa begitu nyata
baginya.
Keesokkan harinya, gadis itu kembali pergi ke sekolah. Dia
tak melihat sosok chiko disekolahnya. Diapun bertanya kepada temannya mengenai
chiko, namun temannya hanya menjawab bahwa tidak ada anak baru disekolahnya.
Entah bagaimana hari kemarin itu terjadi begitu nyata dan aneh. Bellpun berbunyi,
sekolahpun berakhir. Gadis itupun pulang dengan semua keanehan yang dialaminya.
Dijalan, dia memutuskan untuk membongkar semua keanehan yang dialaminya. Diapun
langsung pergi menuju ke lorong itu. Sesampainya dilorong tersebut gadis itu
langsung bergegas mencari pintu yang dia lalui kemarin. Setelah lama
berkeliling, dia tidak berhasil menemukan pintu tersebut. Bagaimana tidak?
Lihat saja lorong yang kemarin terasa sangat gelap dan panjang sekali, sekarang
malah terlihat sangat terang. Diapun tetap berusaha mencari pintu tersebut
berkeliling lorong yang berakhir ditempat yang sama. Diapun merasa kelelahan
dan memutuskan untuk berhenti mencari dan beristirahat sejenak dibawah sebuah
pohon yang rindang. Saat dia sedang beristirahat, tiba-tiba ada sesosok pria
datang menghampirinya. Pria tersebut adalah chiko. Gadis itupun merasa sangat
terkejut.
“hai marsha.” Sapa chiko
“chiko? Kamu kembali lagi? Tapi apa benar itu kamu?”Tanya
gadis itu
“iya ini benar-benar aku.”kata chiko
“tapiiii..? bagaimana bisa kamu disini? Sebenarnya kamu itu
apa sih? Tiba-tiba datang tiba-tiba menghilang tanpa sinyal sedikitpun.”Tanya
gadis itu yang terlihat semakin heran
“iya aku sebenarnya sengaja menunggumu disini, karena aku
sudah yakin kamu pasti akan ketempat ini lagi. Aku kesini hanya ingin
memberikanmu ini sebagai ucapan terima kasihku karena kamu sudah mau membantuku
kemarin.” Kata chiko sambil memberikan sekotak kado kecil
“ha? Ehmm… makasih yaa tapi tidak usah repot-repot aku
ikhlas kok membantumu. Aku mau Tanya deh. Apakah itu kamu yang kemarin
berkenalan denganku disekolah it?” kata gadis itu
“iya.. itu aku kok.” Kata chiko
“lalu mengapa semua orang disekolah bilang bahwa tidak ada
anak baru disekolah padahal itu kamu?” Tanya gadis itu lagi dan lagi
“aku… aku sengaja menyuruh semuanya berbohong. Aku harus
pergi sekarang, sampai jumpa lagi. Jaga pemberianku baik-baik ya aku harap itu
bisa melindungimu dari bahaya.” Kata chiko sambil berlari meninggalkan marsha.
“tapi kenapa? Haiii tunggu.” Teriak gadis itu sambil berlari
kesepedanya dan mengejar chiko.
Saat ia berusaha mengejar chiko, ditengah jalan dia lagi -
lagi kehilangan jejak chiko.

Akhirnya gadis itupun memutuskan untuk pulang ke rumah.
Setibanya dirumah diapun membuka hadiah dari chiko itu. Isinya adalah sebuah
gelang bertuliskan namanya. Gadis itupun memasang gelang tersebut ditangannya
dan tidak pernah melepaskannya. Karena itu adalah amanat dari chiko untuknya.
Setelah beberapa bulan berjalan, sosok chikopun sudah tidak pernah terlihat lagi.
Gadis itupun merasa merindukan chiko dan masih didalam penasarannya. Karena
chiko datang dan pergi begitu saja. Namun setelah sekian lama waktu berjalan,
dia mencoba untuk melupakan semuanya biarlah semua itu menjadi pelajaran dan
pengalaman yang sangat indah baginya. Namun dia tidak bisa melupakan chiko, dia
tetap berharap bisa bertemu chiko lagi. Tapi itu serasa sangat mustahil.
Sebenarnya ada arti dari gelang yang chiko berikan tersebut. Namun tak
seorangpun bisa mengartikannya. Jadi semua ini masih menjadi sebuah rahasia
yang misterius
.
VHIENDYSAVELLAIP.
(3-4,desember-’13)
panjang,menarik ka!:)
ReplyDeleteBagus kak ! �� Buat lagi dong kak ! ✌
ReplyDelete